Kamis, 24 April 2014


3)      Memotong tali pusat
Pemotongan tali pusat menyebabkan pemisahan fisik terakhir antara ibu dan bayi, tali pusat dipotong sebelum dan sesudah plasenta lahir tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali apabila bayi tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan reusitasi.
Tali pusat diklem dengan klem steril dengan jarak 3 cm dari tali pusat bayi lakukan pengarutan pada tali pusat dari ke klem ke arah ibu, dan kemudian pasang klm kedua pada sisi ibu 2 cm dari klem pertama, pegang tali pusat diantara kedua klem tersebut dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memotong tali pusat diantara kedua klem dengan gunting tali pusat steril, kemudian ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang steril atau penjepit tali pusat, lalu pengikat kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi-sisi yang berlawanan atau pengikatan dapat pula menggunakan klem tali pusat dari plastik luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% serta dibaluk kassa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap tali pusat basah/kotor. Atau juga bisa menggunakan triplel T (larutan berwarna biru) tanpa dibalut oleh kasa steril. Tali pusat harus dipantau dari kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat.

4)      Mempertahankan suhu tubuh bayi
Pada waktu bayi lahir, bayi mampu mengatur secara tetap suhu tubuhnya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat, bayi baru lahir harus dibungkus dengan kain hangat karena suhu tubuuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai tubuhnya stabil.
Mekanisme kehilangan panas:
a.       Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi.
b.      Konduksi adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dan permukaan yang dingin.
c.       Konveksi adalah kehilangan panas pada saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang lebih dingin.
d. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi pada saat bayi ditempatkan dekat benda-benda yang mempunyai temperatur lebih rendah dari temperatur tubuh bayi.
Cara pencegahan kehilangan panas:
a.       Keringkan bayi secara seksama.
b.      Selimut bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat.
c.       Tutup bagian kepala bayi.
d.      Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.
e.       Jangan segera menimbang atau memandikan bayi.
f.       Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.

5)      Memberikan vitamin K
Untuk mencegah perdarahan karena defesiensi vitamin K maka setiap bayi yang baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tingi diberi vitamin K parenferal dosis 0,5 – 1 mg (1 M).

6)      Memberi obat salep/tetes mata
Tetes mata/salep antibrotika yang diberi dalam waktu 2 jam pertama setelah kelahiran. Obat yang diberikan berupa tetes mata (larutan perat nitrat 1%) atau salep (salep mata eritromisin 0,5%) salep/tetes mata yang diberikan dalam 1 garis lurus, mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju bagian luar mata.

7)      Identifikasi bayi
Identifikasi byai segera lakukan segera setelah bayi lahir dan ibu masih berdekatan dengan bayinya dikamar bersalin. Tanda pengenal bayi bisa menggunakan cap jari atau telapak kaki. Tanda pengenal bayi umumnya menggunakan secarik kertas putih atau berwarna merah/biru tergantung jenis kelamin dan ditulis nama (bayi nyonya), tanggal lahir, nomor bayi, unit. Setelah itu kertas dimasukkan dalam kantong plastik dengan pita diikatkan pada pergelangan tangan ibu, pengikatan pita hanya dapat dilepas atau digunting. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomer identifikasi.
8)      Pemantauan bayi baru lahir
Tujuannya yaitu untuk mengetahui bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan, serta tindak lanjut petugas kesehatan.
a.       Dua jam pertama sesudah lahir, yang dipantau:
-          Kemampuan menghisap.
-          Bayi tampak aktif atau lunglai.
-          Bayi kemerahan atau biru.
b.      Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya, yang dipantau:
-          Bayi kecil masa kehamilan atau kurang bulan.
-          Gangguan pernafasan.

2.9. Adaptasi Bayi Baru Lahir
1. Sistem Kardiovaskular
2. Sistem Pernapasan
3. Sistem Hematopoiesis
4. Sitem Gastrointestinal
5. Sistem Imunitas
6. Sistem Integumen
7. Sistem Termogenik
8. Sistem Reproduksi
9. Sistem Neuromuskular

2.
10. Pemberian Asi1. Bayi normal dapat disusui segera setelah lahir dangan menghisap mencegah perdarahan, perangsangan pembentukan ASI,terbina bonding
2. Ibu dijelaskan manfaat ASI termasuk kolostrum
3. Kontra indikasi ASI : mamae abses/ca, ibu sakit jantung berat/HIV/hevatitis dll

2.1
1.  Kebutuhan  Bayi Baru Lahir
1.      Merawat tali pusat : sesudah /sebelum plac lepas tak masalah.
2.      Menilai APGAR menit 1,5,10. normal7-10, asfiksia ringan 4-6 ,berat <3
3.      Nutrisi: 12 jm I blm perlu ,ini untuk memungkinkan bayi istirahat dan mengeluarkan lendir namun tergantung kebijakan masing-masing RS, saat ini bayi disusui segera dengan  ASI
4.      Stimulasi,melaui sentuhan/ belaian/ pandangan menyusui. Saat ini stimulasi untuk merangsang pernafasan tak dianjurkan,kalau terpaksa isap lendir
5.      Identifikasi
6.       Kebersihan
7.      Profilaksis: tetes mata, vit K
8.      Mempertahankan suhu
9.       Antropometri
10.   Menentukan gestasi
11.   Pakaian dan selimut
12.  Posisi dan lingkungan: miring dengan kepala sedikit rendah, lingkungan hangat /tenang




2.12. Kelainan-Kelainan Pada Bayi Baru Lahir
Contoh kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
a.       labioskisis dan labiopalatoskisis
b.      atresia esophagus
c.       atresia rektil dan anus
d.      hirschprung
e.       obstruksi billiaris
f.       omfalokel
g.      meningokel,ensefalokel
h.      hidrosefalus
i.        hipospadia

2.13.Trauma Pada Bayi Baru Lahir
Trauma pada bayi baru lahir adalah cedera yang didapatkan saat persalinan .Trauma ini bisa disebabkan oleh makrosomia,premature,chepalo pelvic disproportion(CPD),distosia,persalinan lama,presentasi abnormal dan persalinan dengan tindakan (vacuum atau forceps).Trauma atau cedera pada bayi baru lahir dapat dibedakan menjadi:
1.      Cedera kepala (caput suksedaneum,cepal hematoma,dan perdarahan intrakanial)
2.      Cedera leher dan bahu (fraktur klavikula dan brakial palsi)
3.      Cedera intraabdomen(perdarahan di hati ,limpa,atau kelenjar adrenal).

2.14. Pemeriksaan Pada Bayi Baru lahir
• LAB : Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu

2.15.Pengobatan 
Pada Bayi Baru Lahir
1. Vitamin K
2.  Tetes / zalf mata
























BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu
Obat profilaksis yang rutin diberikan pada bayi baru lahir yaitu
:
1. Vitamin K
2. Tetes / zalf mata


3.2.Saran
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangn dan kesalahan,kami mohonmaaf.  Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik dikemudian hari.






  
DAFTAR PUSTAKA
1.      Mansjoer,dkk.2000. Kapita selekta Kedokteran edisi III jilud 2.Jakarta. MediaAesculapius
2.       Abdul atif,1993.Penatalaksanaan Anastesi pada Bedah Akut Bayi Baru Lahir.Jakarta.
3.      Warih BP,Abubakar M.1992.Fisiologi pada neonates.Surabaya.
4.       http://sis-doank27.blogspot.com/2010/06/askep-bayi-baru-lahir-normal.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Flickr Gallery