Kamis, 24 April 2014

makalah bayi baru lahir (BBL)

                                                                       BAB I
                                                            PENDAHULUAN






1.1 LATAR BELAKANG

Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37- 42 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.
Neonatus (BBL) adalah masa kehidupan pertama diluar rahim sampai dengan usia 28 hari,dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan didalam rahim menjadi diluar rahim.Pada masa ini terjadi pematangan organ hampir pada semua system.
Bayi baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran (Saifuddin, 2002).sedangkan beberapa pendapat mengatakan :
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Depkes RI, 2005).
Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu (Dona L. Wong, 2003).
Neonatus (BBL) bukanlah miniature orang dewasa,bahkan bukan pula miniature anak.Neonatus mengalami masa perubahan dari kehidupan didalam rahim yang serba tergantung pada ibu menjadi kehidupan diluar rahim yang serba mandiri.Masa perubahan yang paling besar terjadi selama jam ke 24-72 pertama.Transisi ini hampir meliputi semua system organ tapi yang terpenting bagi anastesi adalah system pernafasan sirkulasi,ginjal dan hepar.Maka dari itu sangatlah diperlukan penataan dan persiapan yang matang untuk melakukan suatu anastesi terhadap neonates (BBL).

1.2. Rumusan masalah
1. Apa defenisi BBL?
2. Apa ciri-ciri BBL normal?
3. Apa bounding attachement BBL?
4. Apa saja tahapan BBL?
5. Apa saja perubahan-perubahan pada BBL ?
6. Apa saja periode masa transisi pada BBL ?
7. Bagaimana penatalaksanaan awal BBL ?
8. Bagaimana prinsip dasar penanganan bayi baru lahir?
9. Apa saja adaptasi BBL
10. Bagaimana pemberian ASI pada BBL?
11. Apa saja kebutuhan BBL?
12.Apa saja kelainan- kelainan pada BBl ?
13.Apa saja trauma pada BBL?
14. Apa pemeriksaan untuk BBL?
15. Apa saja pengobatan untuk BBL??


1.3.      Tujuan
1. Untuk mengetahui defenisi BBL
2. Untuk mengetahui ciri-ciri BBL
3. Untuk mengetahui tahapan BBL
4. Untuk mengetahui bounding attachement BBL
5. Untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada BBL
6. Untuk periode masa transisi pada BBL
7. Untuk mengetahui penatalaksanaan awal BBL
9. Untuk mengetahui prinsip dasar penanganan bayi baru lahir
10. Untuk mengetahui adaptasi BBL
11. Untuk mengetahui cara pemberian ASI pada BBL
12. Untuk mengetahui kebutuhan BBL
13. Untuk mengetahui kelainan dan trauma pada BBL
14. Untuk mengetahui pemeriksaan bagi BBL
15. Utuk mengetahui pengobatan bagi BBL
































BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Definisi

Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 37-42 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram serta harus dapat melakukan penyesuaian diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin.

2.2. Ciri –Ciri Bayi Baru Lahir
a Lahir aterm antara 37-42 minggu
b.Berat badan 2500 – 4000 gram
c.Panjang lahir 48 – 52 cm
d. Lingkar dada 30 – 38 cm
e. Lingkar kepala 33 – 35 cm
f. Lingkar lengan 11-12
g. Frekuensi denyut jantung 120-160x/menit
h. Kulit kemerah- merahan dan licin karena jaringan subkutan yang cukup.
I.Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut kepala biasanya telah sempurna
j. Kuku agak panjang dan lemas
k. Nilai APGAR >7
l. Gerakan aktif
m. Bayi lahir langsung menangis kuat
n.    Genetalia :
- Pada laki-laki kematangan ditandai dengan testis yang berada pada skrotum dan penis yang berlubang.
- Pada perempuan kematangan ditandai dengan vagina dan uterus yang berlubang ,serta labia mayora menutupi labia minora.
o.  Refleks rooting ( mencari putting susu dengan rangsangan taktil pada pipi dan daerah mulut)sudah terbentuk dengan baik.
p. Refleks sucking sudah terbentuk dengan baik.
q. Refleks grasping sudah baik
r. Refleks morro
s.  Eliminasi baik, urine dan mekonium keluar dalam 24 jam pertama

2.3. Tahapan Bayi Baru Lahir
a. Tahap I terjadi segera setelah lahir ,selama menit –menit pertama kelahiran. Pada tahap ini digunakan system scoring apgar untuk fisik dan scoring gray untuk interaksi bayi dan ibu.
b. Tahap II disebut tahap transisional reaktivitas .Pada tahan II dilakukan pengkajian selama 24 jam pertama terhadap adannya perubahan perilaku.
c. Tahap III disebut tahap periodik, pengkajian dilakukan setelah 24 jam pertama yang meliputi pemeriksaan seluruh tubuh.

2.4.  Bounding Attachment
1. Suatu kondisi / tindakan agar terjadinya hubungan positif antara bayi,ibu, ayah dan sibling serta keluarga yang lain
2. Bayi merasa dicintai, diperhatikan,aman dan nyaman sehingga terbentuk sosial dan dapat bereksplorasi yang merupakan awal pembentukan konsep diri
3. Jika gagal,gangguan perkembangan tingkah laku (stereotipi) misalnya  menghisap jari, menyakiti diri, tidur dilantai atau ketakutan , apatis, kemunduran kognitif/verbal

2.5. Perubahan-Perubahan yang terjadi pada       bayi baru lahir
1)      Perubahan pernafasan/pada sistem pernafasan
Selama dalam uterus, janin mendapat oksigen dari pertukaran gas melalui placenta. Setelah bayi lahir harus melalui paru-paru bayi pernafasan pertama pada BBL terjadi normal dalam waktu 30 detik. Setelah kelahiran tekanan rongga dada bayi pada saat melalui jalan lahir pervagina mengakibatkan cairan paru-paru (pada bayi normal jumlahnya 80 – 100 ml). kehilangan 1/3 dari jumlah cairan tersebut sehingga cairan yang hilang ini diganti dengan udara. Pernafasan pada neonatus terutama pernafasan diafragmatik dan abdominal dan biasanya masih tidak teratur frekwensi dan dalamnya pernafasan.
Bayi itu umumnya segera menangis sekeluarnya dari jalan lahir. Sebagai sebab-sebab yang menimbulkan pernafasan yang pertama, dikemukakan :

a.       Rangsangan pada kulit bayi.
b.      Tekanan pada thorax sebelum bayi lahir.
c.       Penimbunan CO2
Setelah anak lahir kadar CO­2 dalam darah anak naik dan ini merupakan rangsangan pernafasan.
d.      Kekurangan O2
e.       Pernafasan intrautrin
Anak sudah mengadakan pergerakan pernafasan dalam rahim, malahan sudah menangis dalam rahim. Pernafasan di luar hanya merupakan lanjutan dari gerakan pernafasan di dalam rahim.
f.       Pemeriksaan bayi
Kebanyakan anak akan mulai bernafas dalam beberapa detik setelah lahir dan menangis dalam setengah menit.
2)      Perubahan metabolisme karbohidrat/glukosa
Fungsi otak memerlukan glukosa dalam jumlah tertentu. Dengan tindakan penjepitan tali pusat dengan klem pada saat lahir seorang bayi harus mulai mempertahankan kadar glukosa darahnya sendiri.
Pada setiap bayi baru lahir glukosa darah akan turun dalam waktu cepat (1-2 jam).
Koreksi penurunan gula darah dapat terjadi dengan 3 cara:
a)      Melalui penggunaan ASI (bayi baru lahir sehat harus didorong untuk menyusu ASI secepat mungkin setelah lahir).
b)      Melalui penggunaan cadangan glikogen (glikogenolisis).
c)      Melalui pembuatan glukosa dari sumber lain terutama lemak (glukoneogenesis).
3)      Perubahan suhu tubuh
Bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu tubuh mereka, sehingga akan mengalami stres dengan adanya perubahan-perubahan lingkungan.
Bayi baru lahir dapat kehilangan panas melalui:
a) Evaporasi       :cairan menguap pada kulit yang basah.    
b) Konduksi       :kehilangan panas oleh karena kulit bayi berhubungan langsung dengan benda/alat yang suhunya lebih dingin.
c)  Konveksi       :terjadi bila bayi telanjang di ruang yang relatif dingin (25oC atau kurang)
d) Radiasi adalah kehilangan panas karena tubuh bayi yang lebih panas menyentuh permukaan yang lebih dingin.

4. Perubahan pada sistem kardiovaskuler
Pada sistem kardiovaskuler harus terjadi 2 perubahan besar, yaitu:
a)      Penutupan foramen ovale atrium jantung.
b)      Penutupan duktus afteriosus antara arteri paru dan aorta.

Dua peristiwa yang mengubah tekanan dalam sistem pembuluh:
a.                         Pada saat tali pusat dipotong, resistensi pembuluh darah meningkat dan tekanan atrium kanan menurun. Tekanan atrium kanan menurun karena berkurangnya aliran darah ke atrium kanan yang mengurangi volume dan selanjutnya tekanannya. Kedua kejadian ini membantu darah dengan kandungan oksigen sedikit mengatur ke paru-paru untuk mengalami proses oksigenasi ulang.
b.                        Pernafasan pertama menurunkan resistensi pembuluh paru dan meningkatkan tekanan atrium kanan. Oksigen pada pernafasan pertama ini menimbulkan relaksasi dan terbakarnya sistem pembuluh baru. Dengan peningkatan tekanan pada atrium kiri foramen ovale secara fungsi akan menutup.Perubahan sistem gastrointestinal, ginjal

5. Kemampuan bayi baru lahir cukup bulan untuk menelan dan mencerna makanan masih terbatas, juga hubungan antara osephagus bawah dan lambung masih belum sempurna yang mengakibatkan gumoh pada bayi baru lahir dan bayi muda. Kapasitas lambung sendiri sangat terbatas kurang dari 30 cc.

Faeces pertama bayi adalah hitam kehijauan, tidak berbau, substansi yang kental disebut mekonium. Faeces ini mengandung sejumlah cairan amnion, verniks, sekresi saluran pencernaan, empedu, dan zat sisa dari jaringan tubuh. Pengeluaran ini akan berlangsung sampai hari ke 2-3. pada hari ke 4-5 warna tinja menjadi coklat kehijauan.
Air kencing.
Bila kandung kencing belum kosong pada waktu lahir, air kencing akan keluar dalam waktu 24 jam yang harus dicatat adalah kencing pertama, frekuensi kencing berikutnya, serta warnanya bila tidak kencing/menetes/perubahan warna kencing yang berlebihan.

6. Perubahan berat badan
Dalam hari-hari pertama berat badan akan turun oleh karena pengeluaran (meconium, urine, keringat) dan masuknya cairan belum mencukupi. Turunnya berat badan tidak lebih dari 10%. Berat badan akan naik lagi pada hari ke 4 sampai hari ke 10. Cairan yang diberikan pada hari 1 sebanyak 60 ml/kg BB setiap hari ditambah sehingga pada hari ke 14 dicapai 200 ml/kg BB sehari.
7. Sistem skeletal
Tulang-tulang neonatus lunak karena tulang tersebut sebagian besar terdiri dari kartilago yang hanya mengandung sejumlah kecil kalsium.
8. Sistem neoromuskular
Pada saat lahir otot bayi lambat dan lentur, otot-otot tersebut memiliki tonus kemampuan untuk berkontraksi ketika dirangsang, tetapi bayi kurang mempunyai kemampuan untuk mengontrolnya. Sistem persarafan bayi cukup berkembang untuk bertahan hidup tetapi belum terintegrasi secara sempurna.





            2.6. Periode Masa Transisi pada Bayi Baru Lahir
Setiap bayi baru lahir harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uterin ke kehidupan ekstrauterin. Proses ini dapat berjalan lancar tetapi dapat juga terjadi berbagai hambatan, yang bila tidak segera diatasi dapat berakibat fatal.


Terdapat tiga periode dalam masa transisi bayi baru lahir:
1.      Periode reaktivitas I : (30 menit pertama setelah lahir)
Pada awal stadium ini aktivitas sistem saraf simpatif menonjol, yang ditandai oleh:
 Sistem kardiovaskuler
 Detak jantung cepat tetapi tidak teratur, suara jantung keras dan kuat.
 Tali pusat masih berdenyut.
Warna kulit masih kebiru-biruan, yang diselingi warna merah waktu menangis.
Traktur respiratorrus
Pernafasan cepat dan dangkal.
Terdapat ronchi dalam paru.
Terlihat nafas cuping hidung, merintih dan terlihat penarikan pada dinding thorax.
Suhu tubuh
Suhu tubuh cepat turun.
Aktivitas
Mulai membuka mata dan melakukan gerakan explorasi.
  Tonus otot meningkat dengan gerakan yang makin mantap.
Ektrimitas atas dalam keadaan fleksi erat dan extrimitas bawah dalam keadaan extensi.
 Fungsi usus
Peristaltik usus semula tidak ada.
  Meconium biasanya sudah keluar waktu lahir.
Menjelang akhir stadium ini aktivitas sistem para simpatik juga aktif, yang ditandai dengan:
Detak jantung menjadi teratur dan frekuensi menurun.
Tali pusat berhenti berdenyut.
Ujung extremitas kebiru-biruan.
      Menghasilkan lendir encer dan jernih, sehingga perlu dihisap lagi.
Selanjutnya terjadi penurunan aktivitas sistem saraf otonom baik yang simpatik maupun para simpatik hingga kita harus hati-hati karena relatif bayi menjadi tidak peka terhadap rangsangan dari luar maupun dari dalam.
Secara klinis akan terlihat:
  Detak jantung menurun.
  Frekuensi pernafasan menurun.
  Suhu tubuh rendah.
  Lendir mulut tidak ada.
  Ronchi paru tidak ada.
  Aktifitas otot dan tonus menurun.
  Bayi tertidur.
Pada saat ini kita perlu berhati-hati agar suhu tubuh tidak terus menurun.

2. Periode reaktifitas II (periode ini berlangsung 2 sampai 5 jam)
Pada periode ini bayi terbangun dari tidur yang nyenyak, sistem saraf otonom meningkat lagi. Periode ini ditandai dengan:
 Kegiatan sistem saraf para simpatik dan simpatik bergantian secara teratur.
         Bayi menjadi peka terhadap rangsangan dari dalam maupun dari luar.
         Pernafasan terlihat tidak teratur kadang cepat dalam atau dangkal.
         Detak jantung tidak teratur.
         Reflek gag/gumoh aktif.
         Periode ini berakhir ketika lendir pernafasan berkurang.


3.      Periode III stabilisasi (periode ini berlangsung 12 sampai 24 jam)
  Kedua pengkajian keadaan fisik tersebut untuk memastikan bayi dalam keadaan normal/mengalami                     penyimpangan.

            2.7. Penatalaksanaan Awal Bayi Baru Lahir
1.      mengeringkan dengan segera dan membungkus bayi dengan kain yang cukup hangat untuk mencegah hipotermi
2.      Menghisap lendir untuk membersihkan jalan nafas sesuai kondisi dan kebutuhan.
3.      Memotong dan mengikat tali pusat, memberi ntiseptik sesuai ketentuan setempat.
4.      Bonding Attacment (kontak kulit dini) dan segera ditetekan pada ibunya.
5.      Menilai apgar menit pertama dan menit kelima
6.      Memberi identitas bayi: Pengecapan telapak kaki bayi dan ibu jari ibu, pemasangan gelang nama   sesuai         ketentuan           setempat
7.      Mengukur suhu, pernafasan, denyut nadi.
8.      Memandikan/membersihkan badan bayi, kalau suhu sudah stabil (bisa tunggu sampai enam jam     setelah         lahir)
9.      Menetesi obat mata bayi untuk mencegah opthalmia – neonatorum.
10.  Pemeriksaan fisik dan antropometri
11.  Pemberian vitamin K oral/parenteral sesuai kebijakan setempat.
12.  Rooming in (rawat gabung): penuh atau partial

2.8. Prinsip Dasar Penanganan Bayi baru lahir  
1.      Tujuan: menjaga jalan napas,   mempertahankan suhu tubuh, cegah infeksi & identifikasi
2.      Prinsip dasar: penanganan faktor-faktor risiko kematian perinatal( perdarahan, hipertensi kelahiran peterm,asfiksia dan hipotermi).
3.       > 50% kematian by pd masa neonatal mis krn hipotermi/ cold stress→hipoglikemi→ hipoksia→kerusakan otak/perdarahan otak1)      Membersihkan jalan nafas
Bayi normal akan segera menangis spontan segera sesudah lahir, apabila bayi tidak langsung menangis, penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara:
a.       .Meletakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat.
b.      .Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lurus dan kepala tidak menekuk, posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang.
c.       Bersihkan hidung, mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kassa steril.
d.      Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar, dengan rangsangan ini biasanya bayi akan segera menangis.
  Kekurangan zat asam pada bayi baru lahir akan menyebabkan kerusakan otak.
Sangat penting membersihkan jalan nafas, sehingga upaya bernafas tidak akan menyebabkan aspirasi lendir (masuknya lendir ke paru-paru).
-Alat penghisap lendir mulut atau penghisap lainnya yang steril, tabung oksigen dengan selangnya haris selalu siap di tempat.
- Segera lakukan usaha penghisap mulut dan hidung.
- Petugas harus memantau dan mencatat usaha nafas yang pertama.
- Warna kulit, adanya cairan atau mekanium dalam hidung atau mulut harus diperhatikan.
  Bantuan untuk memulai pernafasan mungkin diperlukan untuk mewujudkan ventilasi yang adekuat.
- Dokter atau tenaga medis lainnya hendaknya melakukan pemompaan bila setelah 1 menit bayi tidak benafas.


2)      Penilaian bayi waktu lahir (assessmant at birth)
Keadaan umum bayi dimulai 1 menit setelah lahir dengan penggunaan nilai APGAR. Penilaian ini perlu untuk mengetahui apakah bayi menderita asfiksia atau tidak. Setiap penilaian diberi angka 0,1 dan 2 dari hasil penilaian tersebut apakah bayi normal (vigorous baby = nilai apgar 7-10), asfiksia sedang-ringan (nilai apgar 4-6) atau asfiksia berat (nilai apgar 0-3). Bila nilai apgar dalam 2 menit belum mencpai nilai 7, maka harus dilakukan tindakan resasitasi lebih lanjut. Oleh karena bila bayi menderita asfiksia lebih dari 5 menit, kemungkinan terjadi gejala-gejala neurologik lanjutan kemudian hari lebih besar. Berhubungan dengan itu, menurut apgar dilakukan selain pada umur 1 menit juga pada umur 5 menit.
Nilai APGAR
















0
1
2
Apperance
(Warna Kulit)
Pucat
Badan merah, ekstremitas biru
Seluruh tubuh kemerah-merahan
Pulse Rate
(Frek. Nadi)
Tidak ada
Kurang dari 100
Lebih dari 100
Grimance
(Reaksi Rangsangan)
Tidak ada
Sedikit gerakan mimik (grimance)
Batuk/bersih
Activity
(Tonus Otot)
Tidak ada
Ekstrimitas dalam sedikit flexi
Garakan aktif
Respiration
(Pernafasan)
Tidak ada
Lemah/tidak teratur
Baik/menangis
Jumlah


3)      Memotong tali pusat
Pemotongan tali pusat menyebabkan pemisahan fisik terakhir antara ibu dan bayi, tali pusat dipotong sebelum dan sesudah plasenta lahir tidak akan mempengaruhi bayi, kecuali apabila bayi tidak menangis, maka tali pusat segera dipotong untuk memudahkan melakukan reusitasi.
Tali pusat diklem dengan klem steril dengan jarak 3 cm dari tali pusat bayi lakukan pengarutan pada tali pusat dari ke klem ke arah ibu, dan kemudian pasang klm kedua pada sisi ibu 2 cm dari klem pertama, pegang tali pusat diantara kedua klem tersebut dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memotong tali pusat diantara kedua klem dengan gunting tali pusat steril, kemudian ikat puntung tali pusat sekitar 1 cm dari pusat bayi dengan menggunakan benang steril atau penjepit tali pusat, lalu pengikat kedua dengan simpul kunci dibagian tali pusat pada sisi-sisi yang berlawanan atau pengikatan dapat pula menggunakan klem tali pusat dari plastik luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% serta dibaluk kassa steril. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan setiap tali pusat basah/kotor. Atau juga bisa menggunakan triplel T (larutan berwarna biru) tanpa dibalut oleh kasa steril. Tali pusat harus dipantau dari kemungkinan terjadinya perdarahan tali pusat.

4)      Mempertahankan suhu tubuh bayi
Pada waktu bayi lahir, bayi mampu mengatur secara tetap suhu tubuhnya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat, bayi baru lahir harus dibungkus dengan kain hangat karena suhu tubuuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan akan tempat tidur yang hangat sampai tubuhnya stabil.
Mekanisme kehilangan panas:
a.       Evaporasi adalah cara kehilangan panas yang utama pada tubuh bayi.
b.      Konduksi adalah kehilangan panas melalui kontak langsung antara tubuh bayi dan permukaan yang dingin.
c.       Konveksi adalah kehilangan panas pada saat bayi terpapar dengan udara sekitar yang lebih dingin.
d. Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi pada saat bayi ditempatkan dekat benda-benda yang mempunyai temperatur lebih rendah dari temperatur tubuh bayi.
Cara pencegahan kehilangan panas:
a.       Keringkan bayi secara seksama.
b.      Selimut bayi dengan selimut atau kain bersih, kering dan hangat.
c.       Tutup bagian kepala bayi.
d.      Anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya.
e.       Jangan segera menimbang atau memandikan bayi.
f.       Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat.

5)      Memberikan vitamin K
Untuk mencegah perdarahan karena defesiensi vitamin K maka setiap bayi yang baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari, sedangkan bayi resiko tingi diberi vitamin K parenferal dosis 0,5 – 1 mg (1 M).

6)      Memberi obat salep/tetes mata
Tetes mata/salep antibrotika yang diberi dalam waktu 2 jam pertama setelah kelahiran. Obat yang diberikan berupa tetes mata (larutan perat nitrat 1%) atau salep (salep mata eritromisin 0,5%) salep/tetes mata yang diberikan dalam 1 garis lurus, mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju bagian luar mata.

7)      Identifikasi bayi
Identifikasi byai segera lakukan segera setelah bayi lahir dan ibu masih berdekatan dengan bayinya dikamar bersalin. Tanda pengenal bayi bisa menggunakan cap jari atau telapak kaki. Tanda pengenal bayi umumnya menggunakan secarik kertas putih atau berwarna merah/biru tergantung jenis kelamin dan ditulis nama (bayi nyonya), tanggal lahir, nomor bayi, unit. Setelah itu kertas dimasukkan dalam kantong plastik dengan pita diikatkan pada pergelangan tangan ibu, pengikatan pita hanya dapat dilepas atau digunting. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama, tanggal lahir, nomer identifikasi.
8)      Pemantauan bayi baru lahir
Tujuannya yaitu untuk mengetahui bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan, serta tindak lanjut petugas kesehatan.
a.       Dua jam pertama sesudah lahir, yang dipantau:
-          Kemampuan menghisap.
-          Bayi tampak aktif atau lunglai.
-          Bayi kemerahan atau biru.
b.      Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya, yang dipantau:
-          Bayi kecil masa kehamilan atau kurang bulan.
-          Gangguan pernafasan.


2.9. Adaptasi Bayi Baru Lahir

1. Sistem Kardiovaskular
2. Sistem Pernapasan
3. Sistem Hematopoiesis
4. Sitem Gastrointestinal
5. Sistem Imunitas
6. Sistem Integumen
7. Sistem Termogenik
8. Sistem Reproduksi
9. Sistem Neuromuskular

2.10. Pemberian Asi
1. Bayi normal dapat disusui segera setelah lahir dangan menghisap mencegah perdarahan, perangsangan pembentukan ASI,terbina bonding
2. Ibu dijelaskan manfaat ASI termasuk kolostrum
3. Kontra indikasi ASI : mamae abses/ca, ibu sakit jantung berat/HIV/hevatitis dll

2.11.  Kebutuhan  Bayi Baru Lahir
1.      Merawat tali pusat : sesudah /sebelum plac lepas tak masalah.
2.      Menilai APGAR menit 1,5,10. normal7-10, asfiksia ringan 4-6 ,berat <3
3.      Nutrisi: 12 jm I blm perlu ,ini untuk memungkinkan bayi istirahat dan mengeluarkan lendir namun tergantung kebijakan masing-masing RS, saat ini bayi disusui segera dengan  ASI
4.      Stimulasi,melaui sentuhan/ belaian/ pandangan menyusui. Saat ini stimulasi untuk merangsang pernafasan tak dianjurkan,kalau terpaksa isap lendir
5.      Identifikasi
6.       Kebersihan
7.      Profilaksis: tetes mata, vit K
8.      Mempertahankan suhu
9.       Antropometri
10.   Menentukan gestasi
11.   Pakaian dan selimut
12.  Posisi dan lingkungan: miring dengan kepala sedikit rendah, lingkungan hangat /tenang




2.12. Kelainan-Kelainan Pada Bayi Baru Lahir
Contoh kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
a.       labioskisis dan labiopalatoskisis
b.      atresia esophagus
c.       atresia rektil dan anus
d.      hirschprung
e.       obstruksi billiaris
f.       omfalokel
g.      meningokel,ensefalokel
h.      hidrosefalus
i.        hipospadia

2.13.Trauma Pada Bayi Baru Lahir
Trauma pada bayi baru lahir adalah cedera yang didapatkan saat persalinan .Trauma ini bisa disebabkan oleh makrosomia,premature,chepalo pelvic disproportion(CPD),distosia,persalinan lama,presentasi abnormal dan persalinan dengan tindakan (vacuum atau forceps).Trauma atau cedera pada bayi baru lahir dapat dibedakan menjadi:
1.      Cedera kepala (caput suksedaneum,cepal hematoma,dan perdarahan intrakanial)
2.      Cedera leher dan bahu (fraktur klavikula dan brakial palsi)
3.      Cedera intraabdomen(perdarahan di hati ,limpa,atau kelenjar adrenal).

2.14. Pemeriksaan Pada Bayi Baru lahir
• LAB : Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu

2.15.Pengobatan Pada Bayi Baru Lahir
1. Vitamin K
2.  Tetes / zalf mata



























BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan
Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.Pada bayi lahir normal umumnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium, namun kadang-kadang dengan riwayat kehamilan dan kondisi tertentu perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi tertentu.
Obat profilaksis yang rutin diberikan pada bayi baru lahir yaitu:
1. Vitamin K
2. Tetes / zalf mata


3.2.Saran
Jika dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangn dan kesalahan,kami mohon maaf.  Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik dikemudian hari.






  DAFTAR PUSTAKA
1.      Mansjoer,dkk.2000. Kapita selekta Kedokteran edisi III jilud 2.Jakarta. MediaAesculapius
2.       Abdul atif,1993.Penatalaksanaan Anastesi pada Bedah Akut Bayi Baru Lahir.Jakarta.
3.      Warih BP,Abubakar M.1992.Fisiologi pada neonates.Surabaya.

4.       http://sis-doank27.blogspot.com/2010/06/askep-bayi-baru-lahir-normal.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Flickr Gallery